Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Apa Itu Trading Saham? - Artikel Saham

Bicara mengenai investasi atau jual beli modern-day dengan potensi pendapatan besar, buying and selling saham adalah salah satu sumber pundi-pundi yang dapat diandalkan. Namun, untuk menikmati keuntungan dari aktivitas tersebut, Anda harus memahami dasar-dasarnya terlebih dulu.

  Sekilas Pengertian Mengenai Saham

Saham adalah surat berharga yang mewakili kepemilikan perseorangan atau badan terhadap ekuitas suatu perusahaan. Perlu digarisbawahi bahwa kepemilikan saham tidak berarti Anda punya hak untuk membeli atau menjual aset-aset perusahaan, misalnya; Budi memiliki sejumlah saham di perusahaan pengolahan makanan XYZ, meskipun dia memiliki jumlah saham dengan nilai yang setara satu unit truk pengiriman produk, tidak berarti dia punya hak untuk menukarkan sahamnya dengan aset perusahaan tersebut.

Kepemilikan saham hanya terbatas pada kemampuan untuk memberikan vote casting pada rapat dewan pemilik saham, mendapat dividen, dan memperjualbelikan saham itu sendiri. Walaupun begitu, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan tercermin dalam nilai sahamnya. Karena alasan itu, permintaan dan penawaran terhadap saham suatu perusahaan akan berjalan seiring profitabilitas perusahaan terkait. Apa Itu Trading Saham?

Trading saham adalah kegiatan jual atau beli saham untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga pembelian awal terhadap harga jual terakhir (Capital Gain). Sederhananya, keuntungan buying and selling saham didapat jika nilai jual terakhir lebih tinggi daripada pembelian awal.

Perhatikan bahwa pengertian buying and selling saham berbeda dengan investasi saham. Letak perbedaan utamanya adalah motivasi investor (dealer) dan lama periode protecting-nya.

  • Pada investasi saham, investor termotivasi untuk mendapatkan saham sebanyak mungkin dengan tujuan mendapat pembagian dividen berkala dan atau kekuatan balloting pada dewan pemilik saham. Dengan begitu dia akan mempertahankan conserving-nya dalam jangka waktu relatif lama.
  • Sedangkan pada buying and selling saham, trader hanya termotivasi untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dari pergerakan harga saham dalam periode sesingkat-singkatnya. Karena itu, dealer saham hanya akan mempertahankan conserving-nya dalam jangka waktu relatif singkat sampai mencapai target profit, atau hingga menemukan perubahan penting yang mengharuskannya cut loss.

Sekilas investasi saham tampak lebih menguntungkan daripada trading saham. Namun ada beberapa kondisi di mana keuntungan trading saham lebih menjanjikan, contohnya: 1. Jika perusahaan terkait tidak membagikan Dividen (Retained Earning/Laba Ditahan).

Tidak semua perusahaan yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) akan membagi-bagikan dividen secara berkala kepada semua pemegang sahamnya. Ada kondisi di mana perusahaan terkait akan menggunakan laba selama periode tertentu untuk meningkatkan kapasitas produksi, ekspansi, atau untuk membayar hutang. Dengan alasan tadi, dealer bisa mendapat keuntungan di luar dividen dengan cara menjual saham yang telah dibeli sebelumnya. 2. Jika seseorang mengharapkan balik modal dalam waktu singkat.

Menunggu balik modal dari dividen biasanya membutuhkan periode maintaining relatif lama. Misalnya saham perusahan XYZA dijual seharga RP 1,000/lembar dengan EPS (Earning Per Share) sebesar Rp. one hundred/lembar, sehingga nilai PER-nya (Price to Earning Ratio) adalah 10. Jika diasumsikan perusahaan tersebut membagi dividen berkala sekali setiap tahun dan DPR-nya (Dividen Payout Ratio) adalah 1 atau a hundred%, maka butuh setidaknya 10 tahun untuk mencapai balik modal.

Masalahnya, sangat jarang ditemukan perusahaan dengan DPR a hundred%, umumnya jauh di bawah persentase itu. Ditambah lagi karena faktor sebelumnya, di mana dividen tidak selalu diberikan kepada para pemegang saham (Laba Ditahan). 3. Jika pergerakan harga saham cukup fluktuatif.

Idealnya, harga saham bergerak mendaki bertahap dengan "selingan" berupa koreksi sesaat. Kondisi ideal tersebut mewakili pertumbuhan positif profitabilitas suatu perusahaan. Pada kenyataannya, harga saham dapat bergerak menurun tajam lalu mendaki pelan kembali. Misalnya pada grafik berikut ini yang menunjukkan fluktuasi harga saham MEDC dalam periode satu tahun yang berakhir tanggal 6 Oktober 2017.

Trader dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk membeli saham saat harga "nyemplung" lalu menjualnya setelah harga kembali pada titik wajarnya (nilai hakiki-nya) untuk mendapat keuntungan buying and selling saham dalam waktu relatif cepat. Bagaimana Cara Dapat Uang Dengan Trading Saham?

Dengan berkembangnya platform trading BEI, saat ini hampir segala kalangan dapat bergabung di pasar saham untuk mendapat keuntungan. (Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi Investor Saham).

Setelah terhubung dengan jaringan BEI melalui platform trading broking, Anda sudah bisa melakukan buying and selling saham dengan memilih aset berdasarkan kelasnya, beta saham, atau performa-nya berdasarkan indikator-indikator tertentu.

Selanjutnya, Anda dapat berkonsultasi dengan pialang atau mencari referensi untuk menentukan saham perusahaan mana yang akan dibeli, berapa lama saham akan dipertahankan sebelum dijual, serta target keuntungan yang akan diraih.