Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Trading Forex: Pengertian, Cara Belajar, dan Cara Kerjanya

Ilustrasi buying and selling Forex. Foto: Pixabay

Saat ini Trading the Forex market banyak diklaim sebagai ladang penghasil uang yang menjanjikan. Istilah foreign exchange mengacu pada forex atau pertukaran valuta asing. Jadi di sini terjadi perdagangan mata uang berbagai negara untuk memperoleh keuntungan.

Konsep buying and selling cukup sederhana. Nilai tukar sepasang mata uang, misalnya rupiah terhadap USD berubah setiap saat. Nilai tukar inilah yang menjadi objek trading. Anda dapat membelinya saat tren nilai tukar menguat dan menjual jika tren menunjukan kebalikannya.

Jika Anda berpikir untuk menggeluti buying and selling Forex, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Simak panduan lengkapnya berikut ini! Ilustrasi Dollar Amerika. Foto: Yuriko Nakao/REUTERS

the Forex market merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Inggris, yaitu foreign yang artinya asing atau luar negeri dan exchange yang bermakna pertukaran.

Dengan demikian Forex dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan pertukaran mata uang asing (valuta asing/valas). Kegiatannya bisa diibaratkan seperti ketika menukarkan rupiah dengan mata uang asing di cash changer.

Mengutip buku Transaksi the Forex market Online Dengan Marketiva Streamster oleh Joko Salim (2008), yang diperdagangkan dalam Forex adalah pasangan mata uang satu negara terhadap mata uang negara lain. Misalnya EUR/USD, GBP/USD, dan lain sebagainya. Ilustrasi trading di laptop. Foto: Sora Shimazaki via Pexels

Contohnya kurs USD/IDR adalah 10.000. Artinya jika seseorang hendak membeli 1 US Dollar, ia harus merogoh kocek Rp 10.000. Prinsip dalam perdagangannya juga sederhana. Beli pasangan mata uang saat nilainya rendah, dan jual kembali saat nilainya tinggi.

Istilah lainnya yang perlu diketahui adalah pasar forex. Mengutip buku Meraih Untung Lewat Bisnis the Forex market: Buku Bisnis Untuk Pemula karya Andri Agustia, pasar forex merupakan tempat di mana perdagangan dilakukan berdasarkan penawaran dan permintaan.

Pasar forex mempunyai keunikan tersendiri, yaitu likuiditas yang sangat besar, geografis penyebarannya yang luas, dan jangka waktu perdagangannya. Perdagangan dilakukan selama 24 jam secara berkesinambungan melibatkan pasar-pasar uang utama dunia. Ilustrasi major foreign exchange. Foto: Shutter Stock

Sebenarnya setiap orang dapat memulai buying and selling the Forex market. Namun Anda memerlukan kecermatan, kemampuan analisis, dan kedisiplininan jika ingin meraup keuntungan. Salah satu hal yang penting diketahui sebelum memulai adalah berapa jumlah modal yang diperlukan.

Mengutip buku Cara Mudah Memulai Bisnis the Forex market di Internet oleh Hiqmad Muharman Pilliangsani (2010) melakukan transaksi the Forex market umumnya membutuhkan modal awal minimal US$ 500 atau setara Rp 7.157.600 (kurs Rp 14.315 in keeping with dolar AS).

Namun saat ini sudah banyak broker-dealer yang mensyaratkan deposit awal di bawah itu, misalnya sebesar US$ 10. Inilah yang dinamakan mini account.

Bagi pemula, Anda disarankan untuk memulai dengan demo account yang tidak memiliki risiko. Setelah berhasil mendapat untung, buka mini account.

Dengan modal awal yang kecil, tentu saja keuntungannya juga tidak besar. Sebagai proses pembelajaran hal ini tidak apa-apa.

Baru setelah memiliki trading-plan dan mampu menghasilkan income yang konsisten, Anda bisa meningkatkan investasi dengan membuka normal account.

Nah berikut ini adalah cara belajar trading the Forex market untuk pemula:

1. Pahami Berbagai Istilah dalam Trading ForexIlustrasi buying and selling. Foto: Unsplash

Sebelum melakukan investasi apapun, Anda perlu memahami berbagai istilah yang digunakan dalam proses buying and selling. Beberapa istilah umum yang perlu diketahui yaitu:

  • Pip: perubahan nilai di antara dua mata uang, merujuk pada four desimal di belakang koma di nilai tukar. Jika EUR/USD berada di harga 1.1205 dan kemudian bergerak ke 1.1206, perbedaan zero.0001 adalah 1 pip.

  • Base currency: nilai mata uang dasar atau mata uang pertama dalam pasangan mata uang. Penulisannya di sebelah kiri tanda, misalnya Eur/(lawannya).

  • Pair forex: nilai tukar sepasang mata uang dalam foreign exchange, misalnya Eur/USD.

  • Lot: jumlah unit mata uang yang dibeli atau dijual, terbagi dalam ukuran mini, mikro, dan nano.

  • Buy: posisi untuk beli. Biasanya buy dilakukan jika harga diperkirakan akan naik.

  • Sell: dilakukan jika harga diperkirakan akan turun. Anda menjual dengan harga mahal, lalu kemudian beli kembali ketika harga murah. Selisihnya akan menjadi keuntungan Anda.

  • Leverage: pinjaman yang diberikan broking untuk membantu trader sehingga dapat trading di extent tinggi.

  • Spread: selisih harga beli dan jual, biasanya untuk broking.

2. Memahami Cara Kerja Trading Forex

Mata uang yang diperjualbelikan berupa pasangan (pair), contohnya EUR/USD. Ambil contoh EUR/USD = 1.1215.

Mata uang di sisi kiri (Euro) adalah mata uang dasar, sedangkan mata uang di sisi lainnya disebut mata uang kutipan. Notasi di atas menunjukkan 1 euro = 1.1215 USD.

Berikut ini adalah contoh penerapannya dalam buying and selling. Diketahui, posisi harga beli dan harga jual Eur/USD adalah:

Harga ‘purchase’ menunjukkan harga untuk membeli 1 Euro adalah 1.1215 USD, sementara harga ‘Sell’ menunjukkan harga untuk menjual 1 Euro adalah 1.1212 USD.

Ketika buying and selling, yang menjadi patokan adalah base forex atau posisi pertama dari pair tersebut terhadap foreign money lawannya. Jadi saat membeli Eur/USD, kita mengharapkan base foreign money Euro meningkat nilainya, dan sebaliknya. Jika prediksi Anda USD akan menguat terhadap Euro, maka posisi yang sebaiknya diambil adalah jual.

3. Pilih Broker yang TepatIlustrasi trading foreign exchange. Foto: Pinterest

Perdagangan valas terjadi antara dua pihak, yaitu Anda sebagai trader dan broking, tanpa otoritas bursa sentral. Peran broker sangat penting.

Broker merupakan pihak penghubung antara pelaku pasar dengan pasar valas internasional. Broker juga menyediakan fasilitas agar orang-orang dapat bertransaksi secara bold.

Pastikan bahwa dealer memiliki izin dan regulasi yang jelas. Untuk broker Forex lokal di Indonesia, keberadaannya diatur oleh Bappebti.

Sementara untuk dealer the Forex market Internasional, keberadaannya diatur oleh beberapa negara. Contoh yang paling terkenal adalah FCA UK dari Inggris.

four. Trading dengan Modal Minimal Menggunakan Leverage

Dengan adanya leverage atau daya ungkit, Anda bisa melakukan transaksi dalam jumlah besar dengan modal minim. Leverage adalah pinjaman dari broking yang diberikan kepada dealer.

Mengutip buku the Forex market: Raih untung di Pasar Valuta Asing: Panduan Untuk Pemula oleh Putra Indah, leverage berbentuk perbandingan, misanyal 1: 50, 1:a hundred, 1:500, dan seterusnya.

Jika Anda memiliki dana $a hundred dan menggunakan leverage 1:100 maka $a hundred tersebut memiliki kekuatan a hundred kali lipatnya atau setara $10.000. Jika Anda ingin bertransaksi sebanyak 1 lot ($a hundred.000), Anda tidak perlu menyediakan uang sebanyak itu, hanya beberapa persennya saja sesuai leverage yang dipakai.

Selain leverage, ada pula istilah margin. Margin adalah uang jaminan yang ditahan sementara oleh broker saat Anda melakukan exchange. Uang ini akan dikembalikan setelah Anda menutup posisi yang Anda buka.

Untuk bisa melakukan transaksi ini, tentu saja dana yang dimiliki harus melebihi dana jaminan. Adapun macam-macam leverage yaitu:

  • 1:1 = Jaminannya sama dengan nilai kontraknya atau one hundred%.

  • 1:50 = Jaminan sebesar 2% dari nilai kontraknya.

  • 1:one hundred = Jaminan sebesar 1% dari nilai kontraknya.

  • 1:two hundred = Jaminannya sebesar zero,five% dari nilai kontraknya.

  • 1:400 = Jaminannya sebesar zero.25% dari nilai kontraknya.

  • 1:500 = Jaminannya sebesar zero.20% dari nilai kontraknya.

com-Ilustrasi laki-laki sedang berpikir. Foto: Shutterstock

Agar bisa bertahan lama di dunia trading the Forex market, Anda perlu belajar manajemen risiko. Pertama, gunakan uang dingin atau uang yang sudah siap untuk ‘hilang’.

Jangan gunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Ini karena buying and selling the Forex market cukup berisiko sehingga Anda harus siap jika mengalami kerugian.

Selain itu Anda juga harus menetapkan Stop Loss. Posisi Anda akan otomatis ditutup jika kerugian telah mencapai jumlah tertentu yang ditentukan sebelumnya. Berkebalikan dengan Stop Loss, ada Take Profit.

Dengan Take Profit, jika posisi sudah menguntungkan maka platform akan otomatis menutup posisi. Tanpa Take Profit, Anda bisa terpancing untuk tidak merealisasikan earnings meskipun target sudah tercapai karena berharap keuntungan yang lebih.

Dengan Take Profit, Anda dapat mengamankan income yang telah tercapai agar tidak ‘termakan’ oleh risiko loss atau kerugian dari penurunan harga yang bisa saja terjadi.

Risiko Trading the Forex market Untuk PemulaIlustrasi Penipuan. Foto: Shutter Stock